Wajib Tahu! Berikut Cara Charge Laptop yang Benar

Cara Charge Laptop yang Benar – Salah satu hal yang paling diinginkan oleh pengguna laptop yakni batterynya tahan lama untuk pemakaian jangka panjang. Oleh karena itu, kamu harus tahu cara mengisi daya laptop yang benar supaya battery dapat berumur panjang.

Tidak sedikit yang menjelaskan jika mengisi battery laptop harus sampai 100% supaya bisa digunakan berjam-jam. Tetapi apakah benar begitu? Memang ada banyak mitos mengenai mengisi daya battery laptop. Nach, daripada kamu mendengar mitos-mitos tersebut, simak dahulu beberapa cara charge laptop yang tepat supaya battery tahan lama.

1. Laptop yang di-charge berkepanjangan sambil digunakan itu tidak bijak

Banyak pengguna laptop yang charge laptop tetapi sambil dipakai untuk aktivitasnya, entah bermain games, bekerja, atau melihat film. Namun, pengisian tersebut dilaksanakan terus-terusan walau dayanya telah tiba 100%. Kalau dibiasakan, battery akan cepat rusak dan tidak awet.

Tetapi, seiring berkembangnya tehnologi, hal tersebut sudah bukan lagi jadi permasalahan. Jika kamu menggunakan laptop yang mendukung battery berjenis Lithium-Polymer atau Lithium-Ion, kamu tak perlu cemas lagi saat energinya telah 100%.

Ke-2 tipe battery tersebut bisa menghentikan proses pengisian daya ketika telah penuh. Dalam kata lain, kamu tak perlu takut dengan resiko overcharge. Tetapi, tetap. Bila kamu sedang tidak mengisi battery atau memang tidak menggunakan laptop, sebaiknya kabel charge ditarik, ya.

2. Waspadalah laptop jadi panas

Cukup banyak pengguna laptop yang bertanya, ke mana listrik itu saat masuk ke laptop lewat kabel pengisi daya jika batterynya saja tidak menyedot dayanya?

Harus dipahami, listrik tersebut tidak melalui battery sama seperti yang banyak orang kira. Tetapi, listrik itu akan langsung memberikan daya ke laptopnya. Nyatanya, hal inilah yang menjadi permasalahannya.

Listrik yang terus-terusan dialirkan nanti akan menghasilkan panas yang berlebihan. Akibatnya? Sudah pasti laptop dapat mengalami peningkatan temperatur tinggi atau overheating. Kondisi tersebut memang tidak memberi imbas secara langsung. Tetapi jika dibiasakan, fungsi battery akan turun.

Karena itulah, cara charge laptop yang betul dengan melepaskan kabel charge saat tidak digunakan, khususnya jika battery laptopmu tidak berjenis Lithium-Polymer atau Lithium-Ion.

3. Sebaiknya jangan terus charge battery ketika telah penuh

Dari berbagai study penelitian yang telah dilakukan, bisa dibuktikan jika membiarkan pengisi daya terus terpasang di laptop saat daya telah 100% akan membuat komponen tegang dan bekerja ekstra. Tentunya keadaan tersebut akan membuat fungsi bahan kimia yang berada di dalam battery akan semakin turun.

Karenanya, beberapa ahli merekomendasikan cara charge laptop yang benar ialah segera cabut ketika telah sampai 100%. Menurut mereka, hal tersebut berfungsi sebagai relaksasi setelah melakukan pekerjaan berat.

4. Sebaiknya jangan isi daya sampai 100%

Tentunya kamu masih bertanya-tanya, kan apakah daya battery harus sampai 100% saat pengisiannya? Nach, jawabnya ialah tidak perlu isi daya sampai 100%! Battery yang berjenis Lithium-Ion mempunyai kelebihan yaitu tidak perlu diisi sampai benar-benar penuh. Mengapa? Itu karena voltase listrik yang tinggi hanya akan membuatnya stress.

Jika dibiarkan saja, battery malah akan cepat rusak dan berumur pendek. Mengambil pengisi daya ketika telah terisi 75% dan mengisinya kembali ketika telah kepakai sampai 20-25% adalah cara charge laptop yang tepat dan benar. Dengan demikian, kemampuan battery laptop akan semakin optimal dan awet.

5. Ketahanan battery laptop pasti menurun seiring berjalannya waktu

Kamu harus tahu jika ketahanan battery tentu ada batasannya seiring waktu berjalan. Sudah pasti kondisi ini sangat lumrah dan tentu terjadi di semua perangkat elektronik. Jika kamu sering memakai laptop, apa lagi telah bertahun-tahun dengan laptop yang sama, jangan berekspektasi ketahanannya akan sama saat kamu baru membelinya.

Penutup

Setelah mengetahui cara charge laptop yang benar, pastikan kamu mempraktekannya supaya battery dapat semakin awet dan tahan lama. Sebisa mungkin jangan menunggu daya battery sampai benar-benar habis atau ada pemberitahuan daya hanya tersisa berapa persen, ya.